KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
8. St. Telesphorus (125-136)
Telesphorus berasal dari keluarga Yunani, lahir di Kalabria. Selama bertahun-tahun ia menjalani kehidupan sebagai pertapa. Terpilih menjadi paus pada tahun 125, pada waktu itu terjadi penyimpangan kepercayaan yang beredar di Roma. Yang paling berbahaya pada saat itu adalah aliran Gnostik yang telah disebarluaskan oleh Valentinus selama 20 tahun. Ditemukan pemikiran bahwa untuk memahami sifat Ketuhanan dengan cara sangat bersih dan sangat penting yakni secara menyeluruh memisahkan manusia dan dunia serta mempresentasikannya sebagaimana Tuhan terpisah dari jurang maut. Upacara-upacara mistik dalam pola hidup Simon Magnus melengkapi ide ini. Telesphorus melanjutkan pekerjaan mengurus Gereja dengan menetapkan norma-norma tertentu. Ia menetapkan masa puasa dan pengampunan dalam tujuh hari sebelum Paskah. Ia menyusun lagu Gloria in Excelsis Deo (Kemuliaan Kepada Allah di surge), dan memasukkan doa-doa baru ke dalam upacara Misa. Ia menetapkan bahwa di malam Natal para imam boleh melakukan tiga kali misa dan memebawakan lagu “Kemuliaan kepada Allah di surge”, yang telah dituliskannya pada permulaan misa. Ia wafat sebagai martir pada tahun 136 dan dimakamkan di pemakaman Santo Petrus.
|